Langsung ke konten utama

Hendi Kembali Pimpin PDIP Semarang

Hendi Prihadi. Foto : Antara Jateng.
SEMARANG, BERITASEMARANG.COM- Hendrar Prihadi yang akrab disapa Hendi kembali terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Semarang, Jawa Tengah.

"Alhamdulillah, saya terpilih lagi (ketua DPC PDI Perjuangan, red.). Saya ucapkan terima kasih atas amanat yang diberikan semua kawan-kawan PAC dan ranting," kata Hendi di Semarang, Sabtu seperti dikutip Antara Jateng.

Pada konferensi cabang DPC PDI Perjuangan itu, Hendi yang juga Wali Kota Semarang tersebut kembali terpilih memimpin partai berlambang banteng di kota setempat untuk lima tahun ke depan.

Konfercab DPC PDI Perjuangan se-Jawa Tengah yang serentak digelar di Panti Marhaen Semarang itu, salah satunya mengagendakan pemilihan pengurus DPC PDI Perjuangan periode 2015-2020.

Hendi mengatakan ada beberapa jabatan yang mengalami pergantian, yakni Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Semarang yang sekarang dipegang Kadarlusman yang akrab disapa Pilus menggantikan Supriyadi.

"Konfercab ini merupakan tahapan konsolidasi pengurus. Setidaknya, ada 19 kader yang masuk komposisi pengurus DPC PDI Perjuangan Kota Semarang untuk membentuk kepengurusan yang solid," katanya.

Selain itu, ia mengakui konfercab PDI Perjuangan tersebut juga mengagendakan konsolidasi pengurus cabang untuk menghadapi Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Semarang 2015.

"Dari rapat konfercab ini dihasilkan rekomendasi bahwa kader yang juga selaku ketua DPC PDI Perjuangan Kota Semarang untuk memimpin lagi atau maju sebagai wali kota," tukasnya.

Dalam konfercab itu, kata dia, dibentuk pula badan pemenangan pemilu (bapilu) yang akan mengatur strategi menghadapi Pilwakot Semarang 2015 yang dipimpin oleh wakil ketua DPC, Supriyadi.

"Bapilu secara struktural dan fungsi memang berada di bawah wakil ketua yang dipegang Mas Pri (Supriyadi, red.). Tim ini segera menyusun kerangka persiapan menghadapi pilwakot," kata Hendi (Ant)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wisata Dieng, Negeri di Atas Awan

Dieng adalah salah satu destinasi unik dan menarik di Jawa Tengah, di kawasan Dieng Platheu ini anda dapat mengunjungi berbagai tempat wisata seperti Telaga Warna, Telaga Pengilon, Goa Semar-Sumur-Jaran dan Penganten, Museum Kailasa (Tempat peninggalan Purbakala), Kawah Sikidang, Candi Bima, Candi Gatotkaca, Kompleks Candi Arjuna, Sumur Jalatunda, Kawah Sileri dan masih banyak lagi lainnya selain dapat menikmati lanscape telaga warna dari Puncak Bukit Batu dan Bukit Sidengkeng. Sunrise ditempat ini pun sangat indah tidak kalah kelindahannya dengan sunrise di tempat lain. Anda dapat melihat Golden Sunrise dengan latar belakang Gunung Sindoro, Gunung Merapi. Gunung Merbabu, dan Gunung Wilis dari atas awan di puncak Gunung Sikunir, Gunung Pakuwaja dan Gunung Prau. Selain keindahan alam dan budaya yang dimiliki, Dieng juga memiliki mitos menarik yang masih ada hingga saat ini yaitu Mitos Anak Berrambut Gimbal/Gembel Titisan Kaladete yang hanya bisa kembali tumbuh normal jika sudah di ...

Belajar dari Tjokroaminoto

  Darah yang terpercik di antara hamparan kapas menyiratkan penderitaan rakyat pada saat babak baru Hindia Belanda selepas era tanam paksa di akhir tahun 1800. Kondisi itu berbanding terbalik dengan pemuda bangsawan, Oemar Said Tjokroaminoto (Tjokro).  Dia hidup nyaman. dengan tubuh berbalut beskap dan kain sarung  batik. Tidak seperti kebanyakan rakyat Indonesia. Kemiskinan, kebodohan   karena tak mengenyam pendidikan dan kesenjangan sosial inilah yang membuat hati Tjokro, sosok rendah hati, peduli dan hormat dengan siapapun berkobar untuk perubahan melalui Sarekat Islam (SI). Organisasi yang dibentuk untuk meningkatkan harkat dan martabat rakyat Indonesia. Ya, hampir semua adegan tergambar apik dalam “Guru Bangsa: Tjokroaminoto”. Film drama biopik besutan sutradara Garin Nugroho yang dirilis 9 April lalu, mengisahkan tokoh sejarah Indonesia bernama HOS Tjokroaminoto. Film ini menitikberatkan kehidupan dan perjuangan Tjokro. Film berjalan dengan mengi...

Pertemuan Mesra di Gang Baru

Pedagang di Pasar Gang Baru. Foto:@aernee SEMARANG, BERITASEMARANG.COM- Tak hanya tawar menawar barang, celoteh sendau gurau mewarnai suasana pagi di gang sempit yang penuh sesak dengan dagangan dan pembeli. Keramaian itu memang biasa bisa di temui di Gang Baru pada pagi hari. Di gang sempit inilah pasar tiban Gang Baru kawasan Pecinan Semarang selalu ramai di kunjungi pembeli. Tidak hanya warga Pecinan tetapi juga masyarakat dan pedagang eceran dari wilayah Semarang lainnya. Ya, siapa yang tak kenal Pasar Gang Baru, p asar tradisional ini terletak di kawasan Pecinan, dimana keberadaannya sudah dimulai sejak awal pembentukan kawasan Pecinan. Pasar Gang Baru tidak menempati ruang khusus atau bangunan untuk pasar, tetapi menempati jalan (gang) dan ruang-ruang hunian di sepanjang jalan Gang Baru. Nama Gang Baru, dilekatkan sebagai identitas atas sebuah jalan yang baru terbentuk pada masa itu. Pasar ini digelar ditengah jalan di antara rumah-rumah penduduk, hingga tidak d...