Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Ecotravel

Wisata Dieng, Negeri di Atas Awan

Dieng adalah salah satu destinasi unik dan menarik di Jawa Tengah, di kawasan Dieng Platheu ini anda dapat mengunjungi berbagai tempat wisata seperti Telaga Warna, Telaga Pengilon, Goa Semar-Sumur-Jaran dan Penganten, Museum Kailasa (Tempat peninggalan Purbakala), Kawah Sikidang, Candi Bima, Candi Gatotkaca, Kompleks Candi Arjuna, Sumur Jalatunda, Kawah Sileri dan masih banyak lagi lainnya selain dapat menikmati lanscape telaga warna dari Puncak Bukit Batu dan Bukit Sidengkeng. Sunrise ditempat ini pun sangat indah tidak kalah kelindahannya dengan sunrise di tempat lain. Anda dapat melihat Golden Sunrise dengan latar belakang Gunung Sindoro, Gunung Merapi. Gunung Merbabu, dan Gunung Wilis dari atas awan di puncak Gunung Sikunir, Gunung Pakuwaja dan Gunung Prau. Selain keindahan alam dan budaya yang dimiliki, Dieng juga memiliki mitos menarik yang masih ada hingga saat ini yaitu Mitos Anak Berrambut Gimbal/Gembel Titisan Kaladete yang hanya bisa kembali tumbuh normal jika sudah di ...

Semarang Rentan Dampak Perubahan Iklim

Bencana longsor di Semarang / foto: lintas.me SEMARANG, BERITASEMARANG.COM- Banyaknya peristiwa bencana banjir, longsor, kekeringan, hingga penurunan muka tanah yang terjadi di Kota Semarang, menjadikan kota ini sebagai salah satu  kota di Indonesia yang rentan bencana. Hasil penelitian United Nations Population Fund (UNFPA) dan The International Institute for Environment and Development (IIED) yang dipublikasikan menyebut, Kerentanan akan terus meningkat seiring dampak perubahan iklim global di Kota Semarang yang dapat terlihat dari kenaikan suhu permukaan, kenaikan muka air laut dan perubahan pola cuaca yang ekstrem. Penelitian oleh UNFPA tersebut menganalisis Peta Ancaman Bahaya yang dirilis BNPB dan Data Potensi Desa yang dikeluarkan BPS. Dari data di 16 kecamatan di Kota Semarang yang telah diidentifikasi sebagai daerah yang rentan terhadap perubahan iklim dilihat dari dataran rendah yang terkena banjir rob dan kenaikan muka air laut, permukiman di sepanjang sungai ya...

Sukinah, Perjuangan Kendeng Belum Berakhir

Foto : @aernee SEMARANG, BERITASEMARANG.COM- Sidang pembacaan putusan gugatan izin lingkungan kepada Gubernur Jawa Tengah di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), Semarang, Kamis (16/4) sudah berlangsung satu jam ketika  Sukinah (39), warga Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah memasuki ruang sidang. Sesaat kemudian perempuan berkebaya tanpa beralas kaki itu melepas caping bertuliskan “Tolak Semen” dan  memilih duduk bersimpuh di lantai ruang sidang, diikuti sejumlah rekannya. Dia Nampak serius menyimak hingga ketua majelis hakim mengetuk palu putusan tidak menerima gugatan yang diajukan warga Rembang sejak 1 September 2014 lalu karena pengajuan gugatan yang dilayangkan untuk meminta PTUN membatalkan Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah tentang izin lingkungan kegiatan penambangan bagi pabrik Semen Indonesia di Rembang telah kedaluarsa atau melewati tenggat waktu 90 hari sesuai syarat pengajuan. SK Gubernur Jawa Tengah Nomor 660.1/17/2012 ters...

Berawal dari Membuang Sampah

foto : semarang.solopos.com SEMARANG, BERITASEMARANG.COM- Sebagai salah seorang ‘’aktivis’’ Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Sri Ismiyati  merasa tergerak untuk mengajak warga di kelurahan Jomblang, Candisari Semarang,  peduli dengan lingkungan di sekitarnya. Terutama  permasalahan sampah yang sudah menghawatirkan. “Awalnya, prihatin dengan perilaku masyarakat membuang sampah di Sungai Bajak. Kami mengajak warga untuk bersih-bersih, membawa karung goni, menyapu gang-gang dan turun ke sungai,” jelasnya. Tak hanya itu, untuk membangun kesadaran, warga Kinibalu Barat, Kelurahan Jomblang Kecamatan Candisari  ini juga  mengajak kader-nya membuat program secara bertahap untuk mewujudkan kampung bersih. Langkah pertama, menggugah dan memberikan motivasi kepada warga untuk mengubah perilaku membuang sampah. Mereka membagikan kantong plastik agar warga tidak membuah sampah di sungai. Atas inisiatif bersama, tahun 2008 warga membentuk Paguyuban Al...

Hidup Dengan Biota Laut

Populasi teripang terus menurun / mhs.blog.ui.ac.id SEMARANG, BERITASEMARANG.COM- Laut dan biotanya adalah hal yang sebelumnya tak pernah terpikirkan dalam hidup Dr. Ir. Delianis Pringgenies, MSc. Namun, 75 persen luas nusantara kini justru menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam dirinya. Perempuan kelahiran Medan, 7 Oktober 1958 ini bahkan berhasil menggabungkan dan mengaplikasikan ilmu kelautan yang ditekuninya dengan disiplin ilmu lain untuk menghasilkan temuan yang berguna bagi masyarakat. “Awalnya karena tidak diterima di kedokteran seperti kemauan ayah. Daftar keperawatan saat tes psikologi juga tidak lolos juga hingga akhirnya mengambil pilihan kedua di ilmu perikanan,” kenang anak seorang mantri terkenal asal di Pekanbaru ini. Ilmu yang saat itu belum banyak dilirik. Namun, ketertarikan dengan ilmu yang ditekuni hampir tiga dekade ini semakin menjadi ketika mendalami bahan hayati khususnya biota laut di dasar laut. Delianis mulai fokus melakukan penelitian pada bio...

"Auman" Mak Engking di Lereng Ungaran

Udang saus tiram Mak Engking / Foto:@aernee SEMARANG, BERITASEMARANG.COM- Begitu datang, mata pengunjung restoran waralaba Gubug makan Mang Engking yang berada di jalan Diponegoro No 249 Ungaran, Kabupaten Semarang akan disuguhi bangunan kuno berarsitektur Belanda yang disulap “kinclong”. Tapi  ini bisa “menipu”.

Krisis Air di Semarang

Sedimentasi di Sungan Garang / Foto:@aernee Musibah banjir bandang di Sungai Garang (Kali Garang) di tahun 1990 begitu membekas dalam diri Dewi Liesnoor Setyowati. Tak hanya menjadi korban bencana banjir yang menewaskan 40an orang, tapi peristiwa kala itu menginspirasi perempuan asal Yogyakarta untuk mendedikasikan ilmu yang dipelajarinya kepada masyarakat. “Kali Garang meluap dan menenggelamkan rumah kost di daerah Sampangan yang saya sewa bersama dua rekan. Banjir terjadi karena debit air sungai meningkat sedangkan kapasitas sungai mengecil,” kenang dosen Kartografi UNNES yang saat itu tengah mendalami ilmu Hidrologi di Magister Sains  Geografi Fisik UGM. Kenapa itu bisa terjadi? Dari situlah Dewi mulai tertarik melakukan penelitian tentang Daerah Aliran Sungai (DAS). Dalam penelitiannya, Ketua Program Studi Pendidikan IPS  Program Pasca sarjana Unnes yang juga mengampu mata kuliah Hidrologi dan pengelolaan DAS itu fokus menekuni keterkaitan kondisi fisik sungai dengan ...

Tebang Satu Pohon, Tumbuh Lima

Hutan di Kabupaten Semarang / Foto:@aernee SEMARANG, BERITASEMARANG.COM- Tahun 1990-an Desa Regunung, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, dikenal tandus dan gersang. Padahal desa ini dilalui aliran Sungai Serang yang bermuara di Waduk Kedung Ombo. Akibatnya, sekitar bibir sungai yang gersang pun mengalami  erosi dan sedimentasi yang tinggi. Dampak lain, warga kesulitan mendapatkan air bersih saat musim kemarau. Lahan di tinggal dan dibiarkan menjadi gundul, hingga di tahun 1995,  masyarakat  tergugah untuk memperbaiki kondisi lingkungan terutama pada lahan kritis dengan gerakan reboisasi. Awalnya gerakan itu dilakukan dengan bantuan pemerintah  melalui dinas terkait dengan mengeluarkan aturan kewajiban menanam pohon jenis tanaman keras di bibir sungai dan sekitar mata air. Keterpaksaan yang  kemudian menumbuhkan kepedualian dan kesadaran membuahkan hasil. Dalam satu dekade, masyarakat dapat menikmati hasilnya. Sumber mata air melimpah...

Adipati Pandanaran di Tengah Kota

Gapura makam Ki Ageng Pandanaran / Foto :@aernee SEMARANG, BERITASEMARANG.COM- Bagi warga Semarang dan sekitarnya, nama Ki Ageng Pandanaran sudah tidak asing lagi. Beliau adalah Adipati Semarang yang pertama dan dikenal sebagai penyebar agama Islam sekaligus peletak dasar pemerintahan Kota Semarang. Sebagai pendiri kota Semarang, Ki Ageng Pandanaran mempunyai tempat tersendiri sehingga makamnya sering dikunjungi para peziarah, khususnya pada haul dan hari libur keagamaan seperti Idul Fitri. Makam ini dibuka untuk umum setiap saat. ”Puncaknya tradisi syawalan, biasanya berombongan dari makam Saleh Darat di Bergota para peziarah datang kesini. Dari pagi hingga malam hari selalu ramai,” ujar Hj. Ida Syarifah pengelola yayasan Sosial Ki Ageng Pandanaran. Menurut Ida, pada saat tradisi syawalan tepatnya pada H+7 Lebaran itulah ratusan bahkan ribuan pengunjung mulai datang dan memadati kompleks makam. Mereka harus bersabar dan bergiliran masuk ke makam Ki Ageng Pandanaran. Selain ...

Bukan Benteng Terakhir

Dusun Tambaksari "Dulu di situ permukiman dan area tambak. Sisanya tinggal yang di sana itu,'' ujar Bobi sambil menunjuk ke rimbunan pohonan. Dari tepian Pantai Morosari, Sayung, Demak, tempat yang ditunjuk pemuda 19 tahun itu mirip sebuah pulau kecil yang memanjang. Warnanya hijau pudar dan seperti tengah mengapung di atas laut. ''Sekarang, orang menyebutnya Pulau Burung. Nanti saya antar ke sana pakai perahu,'' ujar Bobi lagi. Siang itu, matahari tak begitu cerah. Langit tergayuti kabut. Angin hangat begitu kencang menampari muka kami. Laut belum pasang dan ombak tampaknya sedang bersahabat. Jadi, kami terima tawaran nelayan muda tersebut setelah bertransaksi soal harga sewa sekaligus jasa panduan di lokasi yang kami tuju. Bersama kawannya, dia merapatkan sebuah perahu kecil ke dermaga kayu di pantai itu. Bentuknya seperti perahu ketinting bermesin diesel. Perahu itu sudah berayun-ayun dengan bibir nyaris menyentuh permukaan air ketika dua n...

Orang-Orang yang Memanen Kabut (2)

Teknologi tepat guna penangkap kabut baru dikembangkan di Dusun Ngoho. Foto : @aernee Memanen awan bukan mustahil bagi petani sayur di Dusun Ngoho, Kemitir, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Cukup dengan teknologi sederhana, mereka berhasil menangkap kabut dan memanfaatkannya untuk  mengatasi kekeringan di lahan pertanian. “Sudah petik delapan kali,” ujar Puji Utomo, petani sayur Dusun Ngoho, sambil menyiangi tanaman cabai yang menua. Seribu batang tanaman  cabai yang sudah berumur enam bulan itu semestinya diganti baru. Tapi melihat batang masih hijau, ia yakin tanaman yang sudah menghasilkan puluhan kuintal cabai masih panen sekali lagi. Apalagi harga cabai sedang meroket hingga Rp 24 ribu per kilogram. Sumowono ini memang salah satu pemasok cabai terbesar di luas areal penanaman cabai hampir 600 ha di Kabupaten Semarang dengan produksi 35 ribu  meter kubik/tahun. Di musim kemarau, hasil panen tetap memuaskan meski empat bulan terakhir ini ...

Menghitung Hari di Lapas Nusakambangan

Pulau Nusakambangan. Sumber : wisatafamily.blogspot.com CILACAP, BERITASEMARANG.COM- Pulau Nusakambangan adalah sebuah pulau di Jawa Tengah yang lebih dikenal sebagai pulau penjara. Di pulau ini terdapat tujuh Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas dengan standar pengamanan ketat yang dihuni 1600-an napi, yakni Lapas Pasir Putih, Batu, Permisan, Narkotika, Besi, Kembangkuning dan Lapas Terbuka. Penghuninya narapidana berbagai jenis kejahatan dengan masa pidana cukup lama sampai hukuman seumur hidup dan terpidana mati. Saya, Nonie Arnee berkesempatan mengunjungi Nusakambangan dan melihat aktivitas para napi beberapa waktu lalu. *** Menjangkau Pulau Nusakambangan kami  harus  menggunakan kapal Feri kecil dengan jarak tempuh 10 menit dari Pelabuhan Wijaya Pura Cilacap. Di suatu siang di medio 2011, saya bersama rombongan Kementrian Hukum dan HAM langsung menuju Lapas Pasir Putih, yang terletak sekitar 15 kilometer dari dermaga Sodong Nusakambangan. Dalam perjalanan menuju ...

Klenteng Sam Po Kong

Klenteng Sam Po Kong. Bentuk bangunan klenteng merupakan bangunan tunggal beratap susun. Berbeda dengan tipe klenteng yang ada di kawasan Pecinan Semarang,  klenteng ini tidak memiliki serambi yang terpisah. Pada bagian tengah terdapat ruang pemujaan Sam Po. Dipercaya sebagai petilasan yang pernah ditinggali Sam Po Tay Djien (Zheng He). Selain sebagai tempat ibadah dan ziarah yang terdiri dari beberapa anjungan, yakni Klenteng Besar dan gua Sam Po Kong, Klenteng Tho Tee Kong, dan empat tempat pemujaan (Kyai Juru Mudi, Kayai Jangkar, Kyai Cundrik Bumi dan mbah Kyai Tumpeng), tempat ini kini menjadi salah satu destinasi wisata di Semarang. (non)

Tingkatkan Kualitas Panen, Petani Dilatih Budidaya Padi Organik

Padi organik. Foto : pupukorganikhcs.wordpress.com MAGELANG, BERITASEMARANG.COM- Para petani di Desa Bligo, Ngluwar, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menjalani pelatihan budi daya padi organik agar mendapatkan panenan yang berkualitas dan bernilai jual lebih tinggi ketimbang budi daya secara nonorganik. "Padi organik lebih sehat dan nilai jualnya tinggi," kata pelatih kegiatan yang juga Ketua Gabungan Kelompok Tani "Permatasari Tirtosari" Sawangan Wartono di Magelang, Jumat seperti dikutip Antarajateng.com. Mereka yang berjumlah 15 peserta itu menjalani pelatihan budi daya padi organik jenis mentik wangi susu yang merupakan padi lokal unggulan berasal dari Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Hadir pada kesempatan itu, antara lain Bintara Pembina Desa Bligo, Kecamatan Ngluwar Serda Mujiyono dan petugas penyuluh pertanian setempat. Selain itu, dilakukan penyerahan 25 kilogram bibit padi mentik wangi kepada petani setempat, Murjito. Ia menjela...

Menyusuri Keindahan Taman Nasional Lorentz

Taman Nasional Lorentz (istimewa) Seabad lalu, Hendrikus Albertus Lorentz memulai ekspedisi memasuki wilayah salju abadi di Papua Tengah dengan kawalan militer Belanda dan orang Dayak yang dipekerjakan sebagai penunjuk jalan. Ia menumpangi kapal uap Valk.

Kedamaian Misterius di Ratu Boko

gapura utama Petualangan sejarah bisa diawali dari ketidaksengajaan. Seperti yang dilakukan penyanyi kondang Trie Utami ketika melakukan pemotretan di sebuah situs purbakala dan merangkumnya dalam sebuah buku fotografi “ Abhayagiri Keraton Ratu Boko-Matahariku Rembulan”  Buku   “based on” sejarah ini bercerita misteri dan pesona Candi Ratu Boko melalui penyajian prosa dan fotografi yang dikemas unik dan eksotis sehingga mampu menggugah rasa penasaran untuk mengulik sejarah situs purbakala yang berada di selatan Candi Prambanan ini. Buku inilah yang menuntun Saya menuju perjalanan menikmati kesejukan dan keindahan senja di Ratu Boko, sebuah situs   bernilai sejarah tinggi di bukit Boko. *** Meski tak setenar   Candi Borobudur atau Prambanan, situs Ratu Boko memiliki keunikan tersendiri. Tidak hanya pesona panorama dari ketinggian tapi juga arsitektur berbeda ditiap bangunan yang hingga kini menyimpan tanda tanya. Situs   Ratu Boko ter...