Langsung ke konten utama

Hilangnya "Surga" Kita

Hamparan sawah dan pedesaan / Foto:lensaudara@blogspot.com
Setiap melintas menuju selatan dan bertemu jalan di kawasan Pedalangan Semarang, tepatnya dimana proyek properti atas nama pembangunan itu dibangun.  Ingatan saya selalu saja berlari ke belakang, berlari mundur dengan cepat menuju kala itu.

Ketika kaki-kaki kecil gadis mungil berseragam putih merah menyusuri pematang di sela-sela hamparan hijau sawah desa. Kicau burung-burung bernyanyi dan bebas menari di atas bulir padi. Menyaksikan Pak tani meneguk kesegaran air dalam kendi dan makan siang dalam rantang di gubug dengan ditemani sang istri. Semilir angin mengiringi matahari yang selalu menjadi sahabat petani.

Pemandangan menyejukkan itu, "surga" itu selalu dijumpai hingga gadis itu berubah wujud menjadi remaja berbaju putih biru

Tapi... panas tiba-tiba menyengat ketika sawah yang di hiasi kerbau, burung, gubug, itu tak ada lagi.

Lantas lamunan itu juga begitu cepat berlari mengilang ketika melintas dan bertatapan dengan truk pengangkut tanah yang wira wiri, pagar dari besi-besi beton yang tertancap, alat-alat berat, dan tanah yang dirampas dari tempatnya.

Surga itu berubah menjadi neraka ketika keteduhan alam tak lagi bisa jumawa. Semua karena manusia yang mulai hilang ingatan, lupa dan tak tahu seperti apa "surga" itu sebenarnya.

Entah karena "surga-surga" lain terus tercipta  di atas hamparan hijau. "Surga" yang menurut gadis kecil berseragam putih merah waktu itu sebenarnya adalah "neraka"

Warna hijau,itu berubah menjadi merah, coklat, gersang dan puanaaass...Dan semua tinggal ingatan.(@aernee)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wisata Dieng, Negeri di Atas Awan

Dieng adalah salah satu destinasi unik dan menarik di Jawa Tengah, di kawasan Dieng Platheu ini anda dapat mengunjungi berbagai tempat wisata seperti Telaga Warna, Telaga Pengilon, Goa Semar-Sumur-Jaran dan Penganten, Museum Kailasa (Tempat peninggalan Purbakala), Kawah Sikidang, Candi Bima, Candi Gatotkaca, Kompleks Candi Arjuna, Sumur Jalatunda, Kawah Sileri dan masih banyak lagi lainnya selain dapat menikmati lanscape telaga warna dari Puncak Bukit Batu dan Bukit Sidengkeng. Sunrise ditempat ini pun sangat indah tidak kalah kelindahannya dengan sunrise di tempat lain. Anda dapat melihat Golden Sunrise dengan latar belakang Gunung Sindoro, Gunung Merapi. Gunung Merbabu, dan Gunung Wilis dari atas awan di puncak Gunung Sikunir, Gunung Pakuwaja dan Gunung Prau. Selain keindahan alam dan budaya yang dimiliki, Dieng juga memiliki mitos menarik yang masih ada hingga saat ini yaitu Mitos Anak Berrambut Gimbal/Gembel Titisan Kaladete yang hanya bisa kembali tumbuh normal jika sudah di ...

Belajar dari Tjokroaminoto

  Darah yang terpercik di antara hamparan kapas menyiratkan penderitaan rakyat pada saat babak baru Hindia Belanda selepas era tanam paksa di akhir tahun 1800. Kondisi itu berbanding terbalik dengan pemuda bangsawan, Oemar Said Tjokroaminoto (Tjokro).  Dia hidup nyaman. dengan tubuh berbalut beskap dan kain sarung  batik. Tidak seperti kebanyakan rakyat Indonesia. Kemiskinan, kebodohan   karena tak mengenyam pendidikan dan kesenjangan sosial inilah yang membuat hati Tjokro, sosok rendah hati, peduli dan hormat dengan siapapun berkobar untuk perubahan melalui Sarekat Islam (SI). Organisasi yang dibentuk untuk meningkatkan harkat dan martabat rakyat Indonesia. Ya, hampir semua adegan tergambar apik dalam “Guru Bangsa: Tjokroaminoto”. Film drama biopik besutan sutradara Garin Nugroho yang dirilis 9 April lalu, mengisahkan tokoh sejarah Indonesia bernama HOS Tjokroaminoto. Film ini menitikberatkan kehidupan dan perjuangan Tjokro. Film berjalan dengan mengi...

Pertemuan Mesra di Gang Baru

Pedagang di Pasar Gang Baru. Foto:@aernee SEMARANG, BERITASEMARANG.COM- Tak hanya tawar menawar barang, celoteh sendau gurau mewarnai suasana pagi di gang sempit yang penuh sesak dengan dagangan dan pembeli. Keramaian itu memang biasa bisa di temui di Gang Baru pada pagi hari. Di gang sempit inilah pasar tiban Gang Baru kawasan Pecinan Semarang selalu ramai di kunjungi pembeli. Tidak hanya warga Pecinan tetapi juga masyarakat dan pedagang eceran dari wilayah Semarang lainnya. Ya, siapa yang tak kenal Pasar Gang Baru, p asar tradisional ini terletak di kawasan Pecinan, dimana keberadaannya sudah dimulai sejak awal pembentukan kawasan Pecinan. Pasar Gang Baru tidak menempati ruang khusus atau bangunan untuk pasar, tetapi menempati jalan (gang) dan ruang-ruang hunian di sepanjang jalan Gang Baru. Nama Gang Baru, dilekatkan sebagai identitas atas sebuah jalan yang baru terbentuk pada masa itu. Pasar ini digelar ditengah jalan di antara rumah-rumah penduduk, hingga tidak d...