| Bebek rempah sangan / Foto:@aernee |
Mereka datang setelah mengetahui ketenaran komoditas utama Nusantara ini dari pedagang Arab yang sejak ribuan tahun lalu mendistribusikan ke Venesia dan Eropa hingga rempah senilai harga emas. Rempah-rempah inilah yang kemudian membuat negeri kita terjajah ratusan tahun lamanya.
Begitu pula cara Bebek Rempah menjajah lidah pencinta kuliner di Semarang. Sebagai pendatang baru dalam bisnis makanan, Resto Bebek Rempah menawarkan aroma dan rasa khas rempah-rempah yang membalut daging bebek dengan citarasa berbeda.
Tak hanya racikan bumbu penuh rempah, tetapi juga cara pengolahan daging bebek yang berumur 6,5-7 bulan ini. “Daging bebek harus diungkep hingga dua malam. Selain agar bumbu meresap dalam daging juga untuk membuat daging lebih lembut dan tidak amis,” jelas Naneth Ekopriyono, pemilik Resto Bebek Rempah di Jalan Kusumawardani No. 5 Semarang yang merintis bisnisnya sejak November 2014.
Bumbu dari Bebek Rempah diramu khusus oleh koki berdarah Aceh yang berani mengolah daging bebek ini dengan kekayaan rempah-rempah Indonesia dalam setiap menu andalan di resto ini.
Diantara varian menu bebek seperti bebek bakar dan goreng. Resto ini juga menyajikan varian menu yang tidak ditemui di resto bebek lain. Namanya Bebek Sangan. Ini varian masakan daging bebek kaya rempah yang digoreng tanpa minyak sehingga penikmat menu ini tidak perlu khawatir dengan kadar kolesterol dalam daging. “Lemaknya yang keluar dari daging bebek digunakan sebagai minyak untuk menyangan, jadi rasanya lebih gurih dan rasa rempahnya tetap menempel.”
Cita rasa berbeda pun nampak dari penyajian yang old fashion. Naneth sengaja menyajikan menu daging bebek di atas selembar daun pisang dalam piring lawas yang terbuat dari seng. Sedangkan sambal manis dan pedas disajikan dalam cawan gerabah. Bebek Rempah bisa menjadi alternatif makan daging bebek. (@aernee)
Komentar
Posting Komentar