| Dropping buku untuk Papua / Foto:@aik |
Salah satunya dropping buku anak-anak dan buku pengetahuan untuk anak-anak di Papua melalui kerjasama dengan Buku Untuk Papua. Atau ditempat terpencil lain di wilayah Indonesia yang minim akses.
Tak hanya mengasah kepedulian terhadap isu pendidikan,
komunitas Small Initiatives Semarang juga fokus terhadap isu lingkungan dan sosial lainnya.
Ini salah satu cara yang dilakukan komunitas Small Initiatives Semarang untuk mengajak siapa saja yang peduli dengan masa depan yang lebih baik. Dan menunjukkan pada orang di sekitar bahwa berbuat sesuatu yang berguna untuk sesama tidak melulu di mulai dengan hal-hal besar. Keinginan untuk andil mengurai benang kusut dari permasalahan tak perlu menunggu menjadi sosok yang "besar".
Mereka hanya butuh inisiatif kecil. Ya, orang-orang yang bergerak di komunitas yang berdiri awal tahun 2015 itu percaya, ketika setiap individu melakukan hal positif sekecil apapun dapat berdampak luar biasa bagi masyarakat . Bahkan sekecil apapun kontribusi itu.
Kunto Nurcahyoko, founder Small Initiative Semarang mengatakan, aksi sederhana tiap individu justru jadi modal utama dalam pembangunan dunia.
"People power akan menjadi efektif ketika banyak orang menyadari pentingnya partisipasi individu. Semangat dan partisipasi yang terakumulasi inilah yang nantinya menjadi pendongkrak gerakan bagi yang lainnya. Tujuannya membuat perubahan positif,’’ jelasnya.
Kunto menambahkan gerakan di level grass root atau paling akar akan menumbuhkan inspirasi dan semangat berkontribusi, untuk menumbuhkan kepekaan anak-anak muda sehingga mereka semakin peduli terhadap isu-isu di lingkungan terdekatnya, terutama di bidang sosial, pendidikan, dan lingkungan.
***
Ide Cemerlang
Untuk merealisasikan kegiatannya, komunitas Small Initiatives Semarang memberi kesempatan pada siapapun untuk berpartisipasi melakukan aksi-aksi sederhana sebagai wujud kepeduliannya.
"Anak muda biasanya punya ide-ide cemerlang dalam merespon hingga memutuskan solusi dari masalah yang ada,’’ ujar executive director Small Initiatives Semarang, Ike Purwaningsih.
Mungkin bukan ide-ide besar tapi semangat dan keyakinan positif mereka dalam mengeksekusi ide itu membawa harapan menuju perubahan yang baik.
Ike meyakini, kawula muda berdaya untuk memengaruhi orang-orang disekitarnya, terutama relasi terdekatnya untuk melakukan aksi positif dengan konsisten dan bersama-sama.
Seperti nama ‘’Small Initiatives’’, mereka berharap dari inisiasi kecil dan membuahkan aksi nyata yang dilakukan bisa menginspirasi masyarakat untuk memanfaatkan potensi yang ada pada dirinya untuk membuat perubahan kecil dan berdampak positif bagi masyarakat.
Sejauh ini agenda kegiatan yang dilakukan komunitas ini berdasar ide temuan maupun hasil riset lapangan dari isu masalah tertentu oleh para anggotanya. Beberapa agenda kegiatan lainnya diantaranya, pengumpulan dan pengiriman buku bacaan anak, penyusunan buku cerita anak, pembelajaran edukatif pada anak-anak lewat dongeng dan permainan edukatif, penyelenggaraan kelas inspirasi untuk anak-anak tentang profesi pekerjaan, pendistribusian lunch box, penggalangan dana untuk korban bencana alam, bersih-bersih pantai dan lain sebagainya.(@aik)
Komentar
Posting Komentar