Langsung ke konten utama

Surga Belanja di Semarang

Suasana Pasar Johar / Foto:semarangpesonawisata.blogspot.com
SEMARANG, BERITASEMARANG.COM- Siapa tak kenal Pasar Johar? Meski jaman berubah. Mal dan pusat perbelanjaan semakin menjamur di Semarang. Pasar Johar masih tetap menjadi pilihan tempat berbelanja yang menggiurkan.

Bagaimana tidak, Pasar Johar bukan hanya sekedar pasar tradisional biasa. Pasar kebanggaan warga Semarang ini pernah menjadi tempat transaksi tersohor di seluruh nusantara bahkan asia.

Herman Thomas Karsten, seorang arsitek humanis berdarah Belanda yang membangun pada 1936. Pasar yang konon merupakan tipe bangunan yang paling cocok untuk kawasan tropis.
Tak heran meski  hampir satu abad, bangunan pasar tetap kokoh berdiri. Beraneka kebutuhan sehari-hari mulai dari pakaian, peralatan rumah tangga, hingga sayur mayur dan buah-buahan tersedia disini.

Pasar Johar berada di Jalan H Agus Salim, wilayah Kota Lama Semarang. Bangunan seluas 15 ribu meter persegi yang terletak tepat di belakang Hotel Metro ini masih banyak dikunjungi masyarakat Semarang dan sekitarnya seperti Demak, Kendal, Ungaran, Purwodadi dan kota-kota di kawasan pantura timur untuk memanjakan mata berbelanja kebutuhan sehari hari atau untuk keperluan kulakan aneka barang.

Pemandangan mencolok nampak menjelang bulan Ramadan,  kawasan pasar Johar menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk belanja kebutuhan Ramadan dan Lebaran. Seperti maraknya penjualan buah kurma.

Tidak perlu memasuki areal pasar pun, kita bisa mudah mendapati penjualnya di sepanjang pinggir jalan KH Agus Salim, atau di bagian depan pasar, buah kurma dari berbagai negara di kawasan Arab ini dijajakan. Meski tak di pungkiri sebagian besar adalah kurma curah yang dibandrol rata-rata Rp.20 ribu/kg. ” Kebanyakan nyari yang curah, lebih murah,” kata Parni, salah satu pedagang kurma yang berada di depan pasar Yaik Permai kawasan pasar Johar.

Tapi kurma berkualitas pun bisa ditemui disini. Jika anda ingin mendapatkan rasa kurma yang lebih baik, sebagai referensi anda bisa datangi los milik Hj. Radipah yang ada di pasar Johar utara bawah, tepatnya berada di depan Bank Danamon Matahari Johar. Kurma dari Tunisia, Arab, Madinah hingga Mekkah tersedia di los yang menyediakan oleh-oleh haji ini. Harganya pun bervariasi tergantung dari kualitas. Dari kurma curah yang paling murah Rp. 20 ribu/kg hingga kurma nabi seharga Rp. 200 ribu/kg.

Selain itu, los ini juga menyediakan buah segar berkualitas seperti anggur, apel dan jeruk dengan harga yang tentunya lebih murah dibanding harga di mal.

Bagi para pedagang buah yang ingin kulakan buah,dapat menuju lantai dua pasar Johar. Angin sepoi-sepoi dan bau wangi aroma melon menanti calon pembeli. Di sini menjadi pusat perkulakan buah terbesar. Biasanya buah-buahan ini didatangi pembeli dari berbagai kota yang membeli dalam jumlah besar.

Tidak hanya itu saja. Pasar johar juga menjadi surga fesyen dengan harga yang tidak akan menguras isi kantong. Berbagai jenis kebutuhan pakaian anak maupun dewasa, aneka sandal, sepatu dan tas bisa dengan mudah kita temui dan pilih sesuai selera. Tempatnya?? bisa dicari dengan memasuki lorong di pasar Yaik Permai dan Yaik Baru. Barang-barang bisa didapat dengan mudah. Dari mulai yang digelar di lapak, digantung hinga dipajang di manekin.

Jika ingin mencari yang lebih lengkap lagi, pembeli bisa menjelajahi pasar Johar Dalam, utara dalam dan bagian atas. Semua aneka kebutuhan baju muslim, keperluan ibadah, seprei hingga korden bisa dipilih sesuai keinginan dan kantong.

Seperti biasa di bulan Ramadhan ini, baju mulim dan perlengkapan ibadah lain memang lebih terlihat mendominasi. Pakaian  untuk anak dan dewasa dengan berbagai macam model baru yang tren  tersedia disini. ”Sekarang modelnya bagus-bagus. Model terbaru semua ada, seperti gamis untuk anak muda. Warna cerah, motif bunga dan lebih gaul,” ucap Laksmi pemilik salah satu los baju muslim yang ada di Johar Utara Dalam.

Berbagai macam kue tradisional hingga modern juga tersedia di pasar Johar. Ketika memasuki pasar, pembeli  bisa langsung menuju lorong pasar  Johar tengah bawah. Di los itu segala macam kue kering, roti bisa didapatkan, bahkan juga dipesan.

Salah satu los yang cukup lengkap menyediakan aneka kue itu bisa kita jumpai di toko kue ”Mbak Ros”. Disini tidak hanya menjual kue kering ”ketengan” tapi juga partai besar. Bahkan banyak pedagang dari Semarang maupun luar kota yang membeli di toko ini. ” Disini ada 200 lebih jenis kue kering. Tentunya harga grosir, lebih murah. Bahkan tiap tahun ada jenis baru, misalnya kue kering black beauty, nastar stroberi,” ujar Rostini si pemilik.

Tak hanya itu, bagi masyarakat yang biasa menjadikan pasar Johar sebagai tempat favorit untuk berbelanja, pastinya  itu perkara mudah untuk menerobos lorong-lorong sempit dan penuh dengan dagangan. Bagi yang belum terbiasa mungkin akan sedikit kebingungan. Tapi jangan khawatir karena jika anda mengikuti lorong-lorong di dalam pasar Johar, anda akan terbuai dan terlalu asyik berbelanja dan akan lupa jika  ”tersesat” di surganya Johar ini. Cukup mengikuti alur lorongnya saja dan sesekali mengecek posisi berdiri dengan  membaca plang los yang ada. Maka akan dengan mudah menemui jalan menuju pintu keluar pasar.

Pasar Johar berada di tempat yang strategis.Meskipun pernah tergenang rob, pasar Johar ”jauh” dari air laut yang naik itu. Kini, pasar relatif lebih nyaman dan bersih sehingga tidak perlu khawatir.

Jalur menuju pasar Johar sangat mudah di akses. Hampir semua trayek angkutan umum baik mikrolet maupun bus berakhir di pasar ini. Sebut saja mikrolet atau bus dari berbagai jurusan Banyumanik-Johar. Atau Mangkang-Johar, untuk anda yang berada di wilayah barat. Kalau dari atah timur pu, anda bisa mudah mendapatkan trayek menuju Johar.

Bagi pengunjung yang lelah pada siang hari atau pada saat waktu sholat dhuhur dapat mampir di masjid Kauman yang letaknya berada di sisi barat pasar Yaik Permai. Masjid tua ini sangat nyaman dan ”adem” untuk melepas lelah dan beribadah.

Di satu tempat lengkap sudah belanjaan di tangan.Sekali ke Pasar Johar, segala keperluan terpenuhi. Ini yang membuat Pasar Johar menjadi  salah satu tempat sasaran berbelanja.

Pasar Johar ibarat sebuah mal dengan harga yang membuat kantong tetap terjaga. (@aernee)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wisata Dieng, Negeri di Atas Awan

Dieng adalah salah satu destinasi unik dan menarik di Jawa Tengah, di kawasan Dieng Platheu ini anda dapat mengunjungi berbagai tempat wisata seperti Telaga Warna, Telaga Pengilon, Goa Semar-Sumur-Jaran dan Penganten, Museum Kailasa (Tempat peninggalan Purbakala), Kawah Sikidang, Candi Bima, Candi Gatotkaca, Kompleks Candi Arjuna, Sumur Jalatunda, Kawah Sileri dan masih banyak lagi lainnya selain dapat menikmati lanscape telaga warna dari Puncak Bukit Batu dan Bukit Sidengkeng. Sunrise ditempat ini pun sangat indah tidak kalah kelindahannya dengan sunrise di tempat lain. Anda dapat melihat Golden Sunrise dengan latar belakang Gunung Sindoro, Gunung Merapi. Gunung Merbabu, dan Gunung Wilis dari atas awan di puncak Gunung Sikunir, Gunung Pakuwaja dan Gunung Prau. Selain keindahan alam dan budaya yang dimiliki, Dieng juga memiliki mitos menarik yang masih ada hingga saat ini yaitu Mitos Anak Berrambut Gimbal/Gembel Titisan Kaladete yang hanya bisa kembali tumbuh normal jika sudah di ...

Belajar dari Tjokroaminoto

  Darah yang terpercik di antara hamparan kapas menyiratkan penderitaan rakyat pada saat babak baru Hindia Belanda selepas era tanam paksa di akhir tahun 1800. Kondisi itu berbanding terbalik dengan pemuda bangsawan, Oemar Said Tjokroaminoto (Tjokro).  Dia hidup nyaman. dengan tubuh berbalut beskap dan kain sarung  batik. Tidak seperti kebanyakan rakyat Indonesia. Kemiskinan, kebodohan   karena tak mengenyam pendidikan dan kesenjangan sosial inilah yang membuat hati Tjokro, sosok rendah hati, peduli dan hormat dengan siapapun berkobar untuk perubahan melalui Sarekat Islam (SI). Organisasi yang dibentuk untuk meningkatkan harkat dan martabat rakyat Indonesia. Ya, hampir semua adegan tergambar apik dalam “Guru Bangsa: Tjokroaminoto”. Film drama biopik besutan sutradara Garin Nugroho yang dirilis 9 April lalu, mengisahkan tokoh sejarah Indonesia bernama HOS Tjokroaminoto. Film ini menitikberatkan kehidupan dan perjuangan Tjokro. Film berjalan dengan mengi...

Pertemuan Mesra di Gang Baru

Pedagang di Pasar Gang Baru. Foto:@aernee SEMARANG, BERITASEMARANG.COM- Tak hanya tawar menawar barang, celoteh sendau gurau mewarnai suasana pagi di gang sempit yang penuh sesak dengan dagangan dan pembeli. Keramaian itu memang biasa bisa di temui di Gang Baru pada pagi hari. Di gang sempit inilah pasar tiban Gang Baru kawasan Pecinan Semarang selalu ramai di kunjungi pembeli. Tidak hanya warga Pecinan tetapi juga masyarakat dan pedagang eceran dari wilayah Semarang lainnya. Ya, siapa yang tak kenal Pasar Gang Baru, p asar tradisional ini terletak di kawasan Pecinan, dimana keberadaannya sudah dimulai sejak awal pembentukan kawasan Pecinan. Pasar Gang Baru tidak menempati ruang khusus atau bangunan untuk pasar, tetapi menempati jalan (gang) dan ruang-ruang hunian di sepanjang jalan Gang Baru. Nama Gang Baru, dilekatkan sebagai identitas atas sebuah jalan yang baru terbentuk pada masa itu. Pasar ini digelar ditengah jalan di antara rumah-rumah penduduk, hingga tidak d...