Langsung ke konten utama

Pencanangan Sejuta Rumah di Hari Buruh

properti.bisnis.com
SEMARANG, BERITASEMARANG.COM- Pencanangan program sejuta rumah rakyat akan dilakukan pada 1 Mei mendatang, bertepatan dengan Hari Buruh.

Ini merupakan program Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Pera) yang digulirkan sebagai salah satu agenda prioritas pemerintahan Jokowi - JK. Tujuannya, untuk memberi rumah tinggal bagi 13,6 juta rumah tangga yang belum memiliki rumah layak.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU Pera) Basuki Hadimoeljono mengatakan,
dari sejuta rumah tersebut, 603.516 unit rumah diantaranya akan diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan 396.484 unit rumah lainnya untuk non MBR.

"Rencananya, groundbreaking atau peletakan batu pertama akan dilakukan serentak di 17 provinsi. Seremonialnya dipusatkan di Ungaran, Semarang,"  ujarnya saat paparan di hadapan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di Kantor Kementerian PU Pera kemarin (7/4).

Untuk tahap awal,  program Sejuta Rumah akan dimulai dengan pembangunan 331.693 unit yang terdiri dari rumah tapak (landed house), rumah susun hak milik (rusunami), dan rumah susun hak sewa (rusunawa).

Sebagai sentra industri, Jawa Barat dan Jawa Timur akan mendapat jatah terbanyak untuk rumah tapak. Jabar akan menjadi tempat pembangunan 74.263 unit rumah tapak dan 3.745 unit rusunami. Adapun Jatim ada di urutan ke dua dengan 26.717 unit rumah tapak dan 1.200 unit rusunami.

Sedangkan Sumatera Utara dengan 16.305 unit rumah tapak dan 1.832 unit rusunami. Dan Jawa Tengah mendapat jatah 11.720 unit rumah tapak, 350 unit rusunami, dan 200 unit rusunawa.

Untuk mensukseskan program tersebut, Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah sepakat memangkas perizinan pembangunan rumah bagi pengembang atau developer.

Perizinan yang sebelumnya berjumlah 44, akan dipangkas menjadi hanya 8 saja sehingga harga rumah dapat ditekan hingga  20 persen.

Tahun lalu, pemerintah sudah menetapkan batasan harga rumah yang bisa mendapat fasilitas pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang dibagi dalam sembilan zona.

Misalnya, di kawasan Jabodetabek maksimal Rp 120 juta, di Jawa (selain Jabodetabek) Rp 105 juta, Sumatera (selain Babel) Rp 105 juta, Kalimantan Rp 118 juta, Sulawesi Rp 110 juta, dan paling mahal Papua serta Papua Barat Rp 165 juta.

Selain bebas PPN, pemerintah juga sepakat memberikan sejumlah insentif lain bagi masyarakat berpenghasilan rendah agar dapat membeli rumah rakyat. Misalnya melalui
subsidi uang muka Rp 4 juta dan bunga KPR 5 persen. Jauh lebih rendah dari suku bunga KPR biasa yang mencapai 13 persen per tahun.

Sementara itu, Jawa Tengah berhasil menyalurkan kredit rumah murah lewat dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) terbanyak. Nilainya mencapai Rp 893,388 miliar untuk 20.694 unit.

Tiga propinsi lainnya yakni Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan. Jumlah unit rumah yang memanfaatkan dana FLPP tersebut berkisar 20 ribu-40 ribu unit di empat provinsi tersebut.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melansir data daerah yang menyalurkan kredit rumah murah lewat dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) itu karena tingginya jumlah penduduk,

Adapun penyaluran dana FLPP  Jawa Barat sebanyak 141.820 unit atau 39,27 persen dengan nilai Rp 6,679 triliun, Banten 38.668 unit (10,71%, Rp 1,743 triliun), Jawa Timur 26.386 unit (7,31%, Rp 1,095 triliun), Kalimantan Selatan 22.452 unit (6,22 %, Rp 1,083 triliun. (@aernee)

berbagai sumber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wisata Dieng, Negeri di Atas Awan

Dieng adalah salah satu destinasi unik dan menarik di Jawa Tengah, di kawasan Dieng Platheu ini anda dapat mengunjungi berbagai tempat wisata seperti Telaga Warna, Telaga Pengilon, Goa Semar-Sumur-Jaran dan Penganten, Museum Kailasa (Tempat peninggalan Purbakala), Kawah Sikidang, Candi Bima, Candi Gatotkaca, Kompleks Candi Arjuna, Sumur Jalatunda, Kawah Sileri dan masih banyak lagi lainnya selain dapat menikmati lanscape telaga warna dari Puncak Bukit Batu dan Bukit Sidengkeng. Sunrise ditempat ini pun sangat indah tidak kalah kelindahannya dengan sunrise di tempat lain. Anda dapat melihat Golden Sunrise dengan latar belakang Gunung Sindoro, Gunung Merapi. Gunung Merbabu, dan Gunung Wilis dari atas awan di puncak Gunung Sikunir, Gunung Pakuwaja dan Gunung Prau. Selain keindahan alam dan budaya yang dimiliki, Dieng juga memiliki mitos menarik yang masih ada hingga saat ini yaitu Mitos Anak Berrambut Gimbal/Gembel Titisan Kaladete yang hanya bisa kembali tumbuh normal jika sudah di ...

Belajar dari Tjokroaminoto

  Darah yang terpercik di antara hamparan kapas menyiratkan penderitaan rakyat pada saat babak baru Hindia Belanda selepas era tanam paksa di akhir tahun 1800. Kondisi itu berbanding terbalik dengan pemuda bangsawan, Oemar Said Tjokroaminoto (Tjokro).  Dia hidup nyaman. dengan tubuh berbalut beskap dan kain sarung  batik. Tidak seperti kebanyakan rakyat Indonesia. Kemiskinan, kebodohan   karena tak mengenyam pendidikan dan kesenjangan sosial inilah yang membuat hati Tjokro, sosok rendah hati, peduli dan hormat dengan siapapun berkobar untuk perubahan melalui Sarekat Islam (SI). Organisasi yang dibentuk untuk meningkatkan harkat dan martabat rakyat Indonesia. Ya, hampir semua adegan tergambar apik dalam “Guru Bangsa: Tjokroaminoto”. Film drama biopik besutan sutradara Garin Nugroho yang dirilis 9 April lalu, mengisahkan tokoh sejarah Indonesia bernama HOS Tjokroaminoto. Film ini menitikberatkan kehidupan dan perjuangan Tjokro. Film berjalan dengan mengi...

Pertemuan Mesra di Gang Baru

Pedagang di Pasar Gang Baru. Foto:@aernee SEMARANG, BERITASEMARANG.COM- Tak hanya tawar menawar barang, celoteh sendau gurau mewarnai suasana pagi di gang sempit yang penuh sesak dengan dagangan dan pembeli. Keramaian itu memang biasa bisa di temui di Gang Baru pada pagi hari. Di gang sempit inilah pasar tiban Gang Baru kawasan Pecinan Semarang selalu ramai di kunjungi pembeli. Tidak hanya warga Pecinan tetapi juga masyarakat dan pedagang eceran dari wilayah Semarang lainnya. Ya, siapa yang tak kenal Pasar Gang Baru, p asar tradisional ini terletak di kawasan Pecinan, dimana keberadaannya sudah dimulai sejak awal pembentukan kawasan Pecinan. Pasar Gang Baru tidak menempati ruang khusus atau bangunan untuk pasar, tetapi menempati jalan (gang) dan ruang-ruang hunian di sepanjang jalan Gang Baru. Nama Gang Baru, dilekatkan sebagai identitas atas sebuah jalan yang baru terbentuk pada masa itu. Pasar ini digelar ditengah jalan di antara rumah-rumah penduduk, hingga tidak d...