Langsung ke konten utama

Postingan

Pertemuan Mesra di Gang Baru

Pedagang di Pasar Gang Baru. Foto:@aernee SEMARANG, BERITASEMARANG.COM- Tak hanya tawar menawar barang, celoteh sendau gurau mewarnai suasana pagi di gang sempit yang penuh sesak dengan dagangan dan pembeli. Keramaian itu memang biasa bisa di temui di Gang Baru pada pagi hari. Di gang sempit inilah pasar tiban Gang Baru kawasan Pecinan Semarang selalu ramai di kunjungi pembeli. Tidak hanya warga Pecinan tetapi juga masyarakat dan pedagang eceran dari wilayah Semarang lainnya. Ya, siapa yang tak kenal Pasar Gang Baru, p asar tradisional ini terletak di kawasan Pecinan, dimana keberadaannya sudah dimulai sejak awal pembentukan kawasan Pecinan. Pasar Gang Baru tidak menempati ruang khusus atau bangunan untuk pasar, tetapi menempati jalan (gang) dan ruang-ruang hunian di sepanjang jalan Gang Baru. Nama Gang Baru, dilekatkan sebagai identitas atas sebuah jalan yang baru terbentuk pada masa itu. Pasar ini digelar ditengah jalan di antara rumah-rumah penduduk, hingga tidak d...

Belajar dari Tjokroaminoto

  Darah yang terpercik di antara hamparan kapas menyiratkan penderitaan rakyat pada saat babak baru Hindia Belanda selepas era tanam paksa di akhir tahun 1800. Kondisi itu berbanding terbalik dengan pemuda bangsawan, Oemar Said Tjokroaminoto (Tjokro).  Dia hidup nyaman. dengan tubuh berbalut beskap dan kain sarung  batik. Tidak seperti kebanyakan rakyat Indonesia. Kemiskinan, kebodohan   karena tak mengenyam pendidikan dan kesenjangan sosial inilah yang membuat hati Tjokro, sosok rendah hati, peduli dan hormat dengan siapapun berkobar untuk perubahan melalui Sarekat Islam (SI). Organisasi yang dibentuk untuk meningkatkan harkat dan martabat rakyat Indonesia. Ya, hampir semua adegan tergambar apik dalam “Guru Bangsa: Tjokroaminoto”. Film drama biopik besutan sutradara Garin Nugroho yang dirilis 9 April lalu, mengisahkan tokoh sejarah Indonesia bernama HOS Tjokroaminoto. Film ini menitikberatkan kehidupan dan perjuangan Tjokro. Film berjalan dengan mengi...

Suara “Kartini” Digital

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi membawa perubahan dalam kehidupan masyarakat. Sebuah era yang dinamakan sebagai era ”new media”. Dalam catatan McQuail (2010:141), perubahan penting dalam perkembangan itu nampak dari digitalisasi dan konvergensi semua aspek dari media, meningkatnya interaktivitas dan konektivitas jejaring, mobilitas dan delokasi pengiriman dan penerimaan pesan, adaptasi publikasi dan peran-peran khalayak, hingga munculnya beragam bentuk baru dari media gateway dan kaburnya institusi media. Tak lagi hanya menjadi pustaka raksasa, internet memberi kemudahan bagi setiap orang untuk  saling berinteraksi, berbagi ide dan menyuarakan pendapatnya dengan cepat, mudah, serta massif. Mulai dari hal-hal keseharian hingga urusan negara. Internetpun bertransformasi menjadi ruang publik ideal untuk bebas bersuara. Bukan lagi seperti Kartini yang di jamannya begitu sulit berekspresi. Dia hanya bisa menyuarakan gagasannya melalui surat kepada sahabatnya. ...

Ratusan Hektare Sawah Puso, Target Bulog Turun

foto : selasar.com SEMARANG, BERITASEMARANG.COM- Petani di dua desa di Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terancam gagal panen pada musim tanam kedua tahun 2015 karena ratusan hektare lahan persawahan mulai terendam banjir. Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pertanian Kecamatan Undaan Nur Huda mengatakan, curah hujan yang cukup tinggi di antaranya di Desa Wonosoco menyebabkan areal sawah tergenang air. “Luasnya mencapai 140-an hektare dari total lahan seluas 470 hektare. Banjir juga merendam tanaman padi petani di Desa Berugenjang seluas 60-an hektare dari total luas 209 hektare.”   Ini musim panen kali ketiga para petani mengalami kerugian akibat banjir, sehingga mereka banyak yang memilih tidak melanjutkan tanam karena kehabisan modal. Kepala Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Kudus Budi Santosa menyatakan, hingga kini memang masih ada sekitar 20 prosen lahan yang masih dalam proses tanam masa tanam kedua yang akan berakhir  bulan April in...

Nelayan Jateng Akan Mudah Melaut

foto : beritagar.com SEMARANG, BERITASEMARANG.COM- Jawa Tengah berencana menyederhanakan ijin pelayaran bagi nelayan. Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Jateng Ferdiawan mengatakan, selama ini prosedur kelengkapan dokumen perijinan sebelum melaut cukup banyak sehingga menyulitkan bagi para nelayan. Sebelum melaut ada sekitar 20 dokumen atau surat ijin yang harus dilengkapi yang dikeluarkan oleh Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Kementerian Perhubungan. "Jumlah dokumen disesuaikan dengan ukuran dan jenis kapal.Untuk kapal dengan ukuran di atas 30 GT, maka dokumen yang harus diurus ke pusat akan lebih banyak." Rencananya, perijinan itu akan disederhanakan menjadi 5-6 surat ijin saja, dan akan dilakukan secara bertahan. Pasalnya, penyederhanaan itu bukan hal mudah dan butuh proses untuk dapat merealisasikannya. "Untuk awalan, kami sudah ada pembicaraan dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) di bawah ...

Semarang Rentan Dampak Perubahan Iklim

Bencana longsor di Semarang / foto: lintas.me SEMARANG, BERITASEMARANG.COM- Banyaknya peristiwa bencana banjir, longsor, kekeringan, hingga penurunan muka tanah yang terjadi di Kota Semarang, menjadikan kota ini sebagai salah satu  kota di Indonesia yang rentan bencana. Hasil penelitian United Nations Population Fund (UNFPA) dan The International Institute for Environment and Development (IIED) yang dipublikasikan menyebut, Kerentanan akan terus meningkat seiring dampak perubahan iklim global di Kota Semarang yang dapat terlihat dari kenaikan suhu permukaan, kenaikan muka air laut dan perubahan pola cuaca yang ekstrem. Penelitian oleh UNFPA tersebut menganalisis Peta Ancaman Bahaya yang dirilis BNPB dan Data Potensi Desa yang dikeluarkan BPS. Dari data di 16 kecamatan di Kota Semarang yang telah diidentifikasi sebagai daerah yang rentan terhadap perubahan iklim dilihat dari dataran rendah yang terkena banjir rob dan kenaikan muka air laut, permukiman di sepanjang sungai ya...

Aksi Rembang Melawan

Ketua Majelis Hakim Susilowati Siahaan membacakan hasil putusan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, Jawa Tengah, Kamis (16/4) dengan pihak penggugat  Walhi danwarga Rembang. Sedangkan pihak tergugat Gubernur Jawa Tengah. (@aernee) Gunretno, Koordinator Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK) menyampaikan hasil pertemuannya dengan Asisten Pemerintahan Pemprov Jateng, Siswo Laksono dihadapan warga Rembang yang menolak pembangunan pabrik Semen Indonesia. (@aernee) Suasana ratusan massa yang didominasi para ibu warga Rembang menunggu hasil putusan sidang gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, Jawa Tengah, Kamis (16/4). (@aernee)