Langsung ke konten utama

Postingan

Cukup mulai dari koinmu

foto : 2-clicks-coins.com SEMARANG, BERITASEMARANG.COM- Jangan meremehkan uang seratus rupiah, karena koinmu bisa membantu anak usia sekolah yang kurang mampu mengenyam pendidikan kembali. Setidaknya ini sudah dibuktikan 20 lebih anak muda yang tergabung dalam komunitas Semarang Coin A Chance ! (SCAC), sebuah gerakan sosial yang mengajak siapa saja dan para netter  seperti blogger, facebooker bahkan yang aktif "bercuit" di twitter untuk mengumpulkan recehan atau uang logam yang dimiliki. Uang yang biasanya bertumpuk dan mungkin jarang digunakan itu kemudian dikumpulkan dan ditukar dengan sebuah kesempatan untuk membantu biaya sekolah bagi anak putus sekolah. “Masyarakat juga bebas berpartisipasi. Kami mengajak semua orang memanfaatkan kembali uang receh untuk berbagi,” ujar Fabiola Chrisma Kirana, koordinator regional Semarang Coins a Chance! Caranya, dengan menggelar berbagai kegiatan voluntari yang fokus pada pengumpulan uang dari para coin dropper, coiners atau...

Menggantung Harapan pada Spirulina

foto : @aernee Budidaya mikroalga spirulina di Tawangsari Sukoharja, Jawa Tengah dikembangkan CV Neo Algae Tech menjadi salah satu tempat pengolahan mikroalga spirolina air tawar yang dikembangkan sebagai produk bisnis kreatif masa depan. Mikroalga spirulina adalah tumbuhan bersel satu yang hidup di air, yang mempunyai nutrisi nabati terlengkap dengan kandungan protein hingga 70%. Saat ini, industri terbesar berada di Cina dan Jerman sebagai bahan dasar untuk produk makanan, obat-obatan, kosmetik dan herbal. (@aernee)

Berawal dari Membuang Sampah

foto : semarang.solopos.com SEMARANG, BERITASEMARANG.COM- Sebagai salah seorang ‘’aktivis’’ Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Sri Ismiyati  merasa tergerak untuk mengajak warga di kelurahan Jomblang, Candisari Semarang,  peduli dengan lingkungan di sekitarnya. Terutama  permasalahan sampah yang sudah menghawatirkan. “Awalnya, prihatin dengan perilaku masyarakat membuang sampah di Sungai Bajak. Kami mengajak warga untuk bersih-bersih, membawa karung goni, menyapu gang-gang dan turun ke sungai,” jelasnya. Tak hanya itu, untuk membangun kesadaran, warga Kinibalu Barat, Kelurahan Jomblang Kecamatan Candisari  ini juga  mengajak kader-nya membuat program secara bertahap untuk mewujudkan kampung bersih. Langkah pertama, menggugah dan memberikan motivasi kepada warga untuk mengubah perilaku membuang sampah. Mereka membagikan kantong plastik agar warga tidak membuah sampah di sungai. Atas inisiatif bersama, tahun 2008 warga membentuk Paguyuban Al...

I'm So Vietnam

Foto : 365til30.com Saya mengenal Anindya Kusuma Putri ketika mewawancarai sepak terjang dan prestasinya di luar kampus. Anin dianggap mewakili remaja masa kini yang energetik dan patut menjadi contoh.Meski Waktu itu, follower akun instagram perempuan berambut panjang masih terbatas follower lokal. Setelah itu bisa dibilang saya tidak pernah berkomunikasi lagi dengan perempuan cergas ini. Hingga 18 Februari 2015 lalu (tepatnya sepekan sebelum pemilihan Putri Indonesia 2015), saya menerima email berisi profile release Anindya Kusuma Putri yang berisi segudang prestasi dari Gadis Sampul, pertukaran pelajar, presiden AIESEC, atlet bulutangkis & basket, presenter Jejak Petualang, pemeran pendukung film layar lebar, dan kisah Anin lainnya. Sepekan kemudian, mahkota dari emas putih itu menghiasi kepalanya. Senyumnya mengembang hingga di akhir penobatannya sebagai putri. Tapi, baru empat hari menikmati julukan Putri Indonesia, Anin harus berurusan dengan followernya yang ...

Musim Kemarau Bakal Mundur

ilustrasi : idkf.bogor.net SEMARANG, BERITASEMARANG.COM- Hujan yang masih mengguyur sejumlah wilayah di Jawa Tengah mengindikasikan musim kemarau tahun ini akan mundur dari prediksi sebelumnya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Semarang menyebut, kondisi ini terjadi karena pengaruh dari La Nina. Gejala gangguan iklim akibat menurunnya suhu permukaan laut Samudera Pasifik. Akibat dari La Nina adalah hujan turun lebih banyak di Samudera Pasifik sebelah barat Australia dan Indonesia.Sehingga di daerah ini akan terjadi hujan lebat dan banjir di mana-mana. Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Semarang  Evi Luthfiati mengatakan, musim kemarau yang normalnya terjadi bulan Mei diprakirakan mundur di bulan Juni. Rata-rata musim kemarau tahun ini mundurnya 10 hingga 20 dasarian. "Sebagian besar wilayah di Jateng seperti di Kota Semarang. Untuk bagian tengah seperti Pemalang dan bagian selatan seperti Pekalongan selatan dan Banjarnegara yan...

Hentikan Proyek Pembangkit di Jawa

Foto:energitoday.com SEMARANG, BERITASEMARANG.COM- Council International of Large Electric System (CIRGE) Indonesia mendesak pemerintah menghentikan proyek pembangunan pembangkit listrik di Jawa. Rendahnya daya dukung lingkungan menjadi salah satu alasan yang krusial, sehingga pembangunan itu sebaiknya di prioritaskan di luar Jawa, di daerah terpencil, dan di wilayah yang banyak sumber energinya. "Untuk mencari lahan yang akan dipergunakan  menara tapak saja sudah sulit.  Dewan Energi Nasional pernah menyatakan  pembangkit listrik ke depan harus dibangun di luar Jawa, di daerah yang tertinggal,” kata Ketua Council International of Large Electric System (CIRGE) Indonesia, Herman Darnel Ibrahim, dalam diskusi Minggu (22/3/2015). Menurut dia, kebutuhan listrik ini tidak terlepas dari kebutuhan industri, di luar konsumsi rumah tangga. Karena itu, pemerintah seharusnya menghentikan pembangunan pabrik di Jawa. Idealnya, idealnya Jawa menjadi kota jasa, kota pendidi...

Hidup Dengan Biota Laut

Populasi teripang terus menurun / mhs.blog.ui.ac.id SEMARANG, BERITASEMARANG.COM- Laut dan biotanya adalah hal yang sebelumnya tak pernah terpikirkan dalam hidup Dr. Ir. Delianis Pringgenies, MSc. Namun, 75 persen luas nusantara kini justru menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam dirinya. Perempuan kelahiran Medan, 7 Oktober 1958 ini bahkan berhasil menggabungkan dan mengaplikasikan ilmu kelautan yang ditekuninya dengan disiplin ilmu lain untuk menghasilkan temuan yang berguna bagi masyarakat. “Awalnya karena tidak diterima di kedokteran seperti kemauan ayah. Daftar keperawatan saat tes psikologi juga tidak lolos juga hingga akhirnya mengambil pilihan kedua di ilmu perikanan,” kenang anak seorang mantri terkenal asal di Pekanbaru ini. Ilmu yang saat itu belum banyak dilirik. Namun, ketertarikan dengan ilmu yang ditekuni hampir tiga dekade ini semakin menjadi ketika mendalami bahan hayati khususnya biota laut di dasar laut. Delianis mulai fokus melakukan penelitian pada bio...